Berbagai Jenis Ujian SPMB

Posted by Asep Ihsan on Sunday, May 19, 2013

P-SPMBN (Perhimpuan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara) sebagai organ penyelenggara seleksi dan penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri di Indonesia telah mempunyai sejarah yang cukup lama yaitu dari tahun 1976 hingga saat ini 2008 telah berusia 32 tahun.

Sekalipun namanya silih berganti semenjak Ujian Masuk Bersama “SKALU” (Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (1976), kemudian Proyek-Proyek Perintis I, II, II, IV (1977-1982), SIPENMARU (1982 - 1989), UMPTN (1989-2002), SPMB ( 2002-2003), PANTAP SPMB ( 2003-2005), P-SPMBN (2006-2008) namun mempunyai tujuan yang tetap yaitu memilih calon mahasiswa pada suatu program studi perguruan tinggi negeri yang mempunyai kemampuan akademik dan dapat menyelesaikan studi sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan (SPMB menyeleksi; Rektor yang berkewenangan menerima).

SPMB juga mempunyai “semangat kerja” yang tinggi dan sebagai unsur pelayanan kepada masyarakat berperan serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta senantiasa berupaya untuk mengembangkan kualitas mahasiswa yang berkelanjutan. Peran SPMB selama ini telah diakui oleh masyarakat, baik masyarakat akademis maupun masyarakat luas, karena terbukti memiliki sistem seleksi yang solid dan valid.

Untuk itu sejak tahun 2006 kelembagaan SPMB dibentuk menjadi lebih formal yang memenuhi aspek legal, yakni dengan diterbitkannya Akte pendirian Perhimpunan SPMB ditandatangani oleh seluruh rektor PTN dan Mantan rektor-perorangan dan mereka yang berjasa sebanyak 57 orang sebagai pendiri dihadapan notaris Fathiah Helmi. Penandatanganan Akte dilakukan pada hari Jum’at tanggal 02 Desember 2005 jam 21.00 WIB di Hotel Mercure Ancol Jakarta. Pembentukan badan hukum Perhimpunan SPMB Nusantara secara hukum sah kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : C-37.HT.01.03 tahun 2006. Dalam perjalannya, pada tahun 2008 kegiatan penerimaan calon mahasiswa untuk PTN tidak lagi dilaksanakan oleh SPMB.

Meskipun demikian P-SPMB sebagai lembaga yang berbadan hukum terus mengembangkan diri dengan melakukan perluasan fungsi sesuai dengan tujuannya, yakni :

- SPMB
- UMB PTN
- UMB PTS
- Ujian Mandiri
- Tes Profil Kemampuan Siswa
- Tes Untuk Belajar ke Luar Negeri
- Tes Profisiensi untuk Pekerjaan Tertentu

Metodologi

“Calon Mahasiswa Bermutu melalui seleksi SPMB” adalah motto yang dikembangkan oleh PSPMB Nusantara dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Sebagai Badan Independen, selama ini P-SPMB Nusantara telah berhasil menyelenggarakan ujian dalam rangka seleksi calon mahasiswa bagi PTN secara nasional.
Model ujian bersama secara nasional ini telah dikembangkan secara berkesinambungan hampir selama 30 tahun dan pada 4 (empat) tahun terakhir mulai mengembangkan sistem informasi teknologi. Komputerisasi diterapkan pada sistem pengadaan soal, teknologi pengolahan data dan teknologi sekuriti dalam ujian SPMB.

Dalam pelaksanaannya, P-SPMBN didukung oleh tim penulis soal sebanyak 150 orang yang memiliki integritas dan komitmen sangat tinggi. Para penulis soal ini berasal dari berbagai perguruan tinggi terkenal di Indonesia. Selain itu Tim Pengolah Data terdiri dari para ahli yang memiliki kemampuan IT sangat tinggi sehingga mampu mengembangkan model software yang sangat akurat (error free), tepat (on time) dan tingkat pengamanan tinggi (top secret). Sistem PSPMB Nusantara telah mampu mendeteksi berbagai kecurangan yang biasa dilakukan peserta ujian termasuk para “joki” yang semakin “Profesional” dan menggunakan cara-cara yang canggih.

Metode yang efisien mencakup antara lain:

1. MENCEGAH Duplikasi
Untuk melaksanakan masalah ini dilakukan proses alokasi dengan dua putaran.

2. MENCEGAH Lintas dan Mobilisasi
Lintas lokasi atau regional memperlihatkan peserta yang berpotensi untuk bergerak secara fisik apabila sistem ujian bersama tidak diselenggarakan.

3. MENGIDENTIFIKASI Peserta Curang
Pada SPMB juga tidak luput dari usaha kecurangan yang dilakukan peserta atau pihak luar. Sistem dan teknologi yang dibuat P-SPMBN dapat menganalisis serta mengidentifikasikan peserta yang melakukan kecurangan.

4. MENGURANGI Tekanan
Program studi favorit tidak lagi menjadi pilihan satu-satunya dan tersedia pilihan lebih banyak.


Jenis-jenis Ujian SPMB

UMB-PT Merupakan ujian masuk bersama untuk Perguruan Tinggi Negeri dan beberapa Perguruan Tinggi Swasta ternama di Indonesia.
R-Test dalam UMB-PT ini dikembangkan oleh P-SPMBN yang telah berpengalaman selama lebih dari 25 tahun, untuk membantu masyarakat dalam proses seleksi masuk Perguruan Tinggi.
UMB-PT 2013
Perhimpunan SPMB Nusantara bekerjasama dengan 13 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 6 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ternama di Indonesia serta IDP Indonesia, menyelenggarakan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) Tahun 2013.
Kerjasama terjalin dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara P-SPMBN dengan PTN/PTS.

D-3 UBT Merupakan ujian masuk Program D-3 Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Borneo Tarakan

TPBI Test Potensi Bidang Ilmu (TPBI) diperuntukkan bagi siswa SMTA yang duduk di kelas 12 (semester 1) yang hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan lain untuk Perguruan Tinggi Negeri dalam menerima calon mahasiswa barunya melalui jalur Minat dan Bakat seperti jalur Undangan Universitas.

UMB-PTS Merupakan ujian masuk bersama yang diikuti Perguruan Tinggi Swasta. Kenapa UMB-PT untuk PTS?

UMB-PT untuk PTS merupakan test yang dilakukan oleh P-SPMBN. Keistimewaan UMB-PT untuk PTS ini adalah:

- Mengedapankan Quality Assurance (jaminan mutu).
- Memperluas kesempatan dan kemudahan akses untuk memasuki PTS diseluruh Indonesia.
- Membantu para siswa lulusan SMTA yang ingin masuk Perguruan Tinggi Swasta karena dapat memilih lebih dari satu PTS dengan hanya satu kali ujian;
- Ujian dapat dilakukan dimana saja di kota yang ada Panitia Penyelenggara Lokal (PPL) tanpa harus datang ke Perguruan Tinggi Swasta yang diminati;
- Dapat memilih sampai tiga Program Studi PTS dengan cukup membayar sekali saja;
- Menghemat biaya dan waktu.


Selain itu yang dipernah dilaksanakan oleh Panitia Spmb adalah Tes Penjajakan Bidang Ilmu(TPBI). Selama ini Perguruan Tinggi Negeri pada proses seleksi melalui jalur Undangan Universitas berlandaskan pada konsistensi nilai raport sejak kelas 10 sampai kelas 12 (Semester 1) SMTA, dan calon mahasiswa tersebut diusulkan oleh sekolah. Informasi tersebut perlu dilengkapi dengan prediksi kemampuan dan minat siswa, sehingga perguruan tinggi yang bersangkutan dapat menerima calon mahasiswa pada program studi yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

Untuk maksud tersebut P-SPMBN mengembangkan satu jenis tes yang menjajaki tentang minat dan kemampuan calon mahasiswa tersebut, yang disebut Tes Penjajakan Bidang Ilmu(TPBI).

TPBI diperuntukkan bagi siswa SMTA yang duduk di kelas 12 (semester 1) tanpa memandang peringkat (ranking) di kelas. Hasil tes di atas dapat menjadi bahan pertimbangan untuk keperluan lain yang diperlukan oleh Perguruan Tinggi Negeri selain dalam menerima calon mahasiswa barunya melalui jalur Minat dan Bakat.

Tujuan Tes diantaranya untuk memberikan penilaian kemampuan siswa dalam ujian dengan materi sama (standard test), memberikan gambaran awal atas minat seorang siswa, sehingga nilai TPBI dapat menjadi pertimbangan PTN untuk penerimaan mahasiswa baru

Read more

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Posted by Asep Ihsan on Monday, February 13, 2012

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) merupakan seleksi ujian masuk bersama yang diselenggarakan oleh suatu panitia yang telah mendapatkan mandat dari 46 Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia termasuk didalamnya 4 Perguruan Tinggi BHMN (Badan Hukum Milik Negara).

SPMB diselenggarakan di kota-kota di mana Perguruan Tinggi anggota berada dan di kota-kota lain yang oleh panitia dianggap strategis. Seleksi ujian tersebut diselenggarakan pada saat yang bersamaan dan menggunakan soal yang sama atau setara. Peserta ujian disarankan memilih tempat ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya. Tempat ujian tidak menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi penerimaan calon mahasiswa baru.

Proses seleksi dilakukan secara terpusat. Semua peserta SPMB akan diurutkan menurut nilai ujiannya, kemudian dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu. Jika masih ada tempat di pilihan pertama, ia akan diterima di program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama telah penuh, dan masih ada program studi pilihan kedua, ia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan program studi pilihan kedua telah penuh, maka ia tidak akan diterima walaupun nilainya masih cukup tinggi. Bagi yang memilih kelompok IPC dengan tiga pilihan, maka pilihan ketiga akan diproses dengan cara yang sama.

Tujuan

SPMB bertujuan untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

Latar Belakang SPMB

1. Sesuai dengan Keputusan Mendiknas No. 173/U/2001 tentang Penerimaan Calon Mahasiswa pada Perguruan Tinggi, pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi dilakukan dan menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi masing-masing.

2. Dari pelaksanaan Ujian Masuk Bersama (SPMB) yang dilaksanakan Paguyuban 45 Rektor PTN selama ini, diketahui bahwa:

a. SPMB tidak mengurangi wewenang masing-masing perguruan tinggi untuk melaksanakan seleksi sendiri di luar SPMB
b. Dengan adanya paguyuban rektor, komunikasi antar rektor menjadi sangat baik, dan memperlancar kerjasama antar perguruan tinggi
c. Dalam SPMB masing-masing PTN mempunyai hak dan kewajiban yang sama, sehingga tidak ada kesenjangan antar perguruan tinggi
d. Pelaksanaan ujian bersama sangat mangkus dan sangkil. Khususnya dalam masalah pembuatan soal dan pengolahan data, fasilitas yang dimiliki bisa dipergunakan bersama oleh semua PTN. Sebaran nilai SPMB sangat mendukung tujuan seleksi
e. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai SPMB baku secara nasional dan mempunyai predictive value yang tinggi. Sebagai alat seleksi, nilai SPMB tidak dapat digantikan oleh nilai yang tersedia (ebtanas atau rapor).
f. Dengan adanya nilai SPMB yang baku, PTN mempunyai alat ukur yang bisa dipergunakan untuk mengukur potensi dari masing-masing program studi maupun potensi PTN secara keseluruhan. Dengan ukuran yang baku tersebut, pengembangan PTN maupun program studi lebih bisa terarah.
g. SPMB mempermudah siswa untuk bisa mendaftar dan diterima di PTN yang diminatinya. Mereka cukup sekali ujian dan memilih beberapa PTN tanpa harus pergi dan menginap ke lokasi di mana PTN pilihannya berada. Mereka hanya perlu mengadakan satu kali perjalanan setelah pasti diterima di PTN pilihannya.
h. Jumlah peminat UMPTN 2001 yang memilih PTN yang berbeda tempat dengan lokasi ujiannya adalah 295.648 peminat (29.95% dari total peminat). Ini berarti apabila UMPTN ditiadakan dan masing-masing PTN mengadakan seleksi sendiri, maka pada musim penerimaan mahasiswa baru akan ada sekitar 295.648 perjalanan pergi-pulang dari satu kota ke kota yang lain. Baik dari sisi pemerintah maupun dari sisi masyarakat, hal itu jelas merupakan pemborosan. Kecuali biaya ujian, transportasi, dan akomodasi yang berlipat ganda; mengikuti ujian di beberapa tempat juga akan sangat melelahkan calon mahasiswa.
i. Sudah banyak contoh siswa daerah yang diterima di PTN ternama di negeri ini, setelah lulus kembali ke daerah dan membangun PTN di daerahnya.
j. Tanpa seleksi yang terintegrasi (seperti UMPTN) bisa terjadi masalah dengan daya tampung. Akan banyak siswa pandai yang diterima di beberapa PTN. Karena tidak mungkin kuliah di dua tempat, dia harus memilih salah satu, dan tempat di PTN yang tidak dipilihnya akan mubadzir. Padahal kalau dia tidak mendaftar, maka tempatnya bisa diisi dengan calon lain yang sedikit di bawahnya
3. Setelah mempertimbangkan hal-hal yang tersebut dalam butir 2, pada tanggal 5 Nopember 2001 para rektor PTN (45 rektor) bersepakat untuk secara sukarela bergabung dalam Paguyuban Rektor, dan melaksanakan Ujian Masuk Bersama dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru disingkat SPMB. Belakangan Universitas Negeri Papua menyusul ikut bergabung dengan SPMB, sehingga jumlah PTN seluruhnya menjadi 46.
4. Pola seleksi SPMB mirip dengan UMPTN, dengan beberapa penyempurnaan.

Read more